Headline

Foto dan Video

Madridista

Agenda

Foto dan Video

Real Madrid

Liga Indonesia

Kolom

Prediksi Final Liga Champion dan Tiga Rekor Kekalahan Real Madrid


Real Madrid tercatat sebagai klub tersukses di Liga Champions dengan koleksi 12 gelar. Kesukesan Real Madrid dimulai pada 1955-56, atau edisi pertama dari Liga Champions yang dikenal dengan sebutan Piala Eropa pada saat itu.

Si Tua Perez Tak Terkesan dengan Gol Salto Ronaldo


Cristiano Ronaldo menjadi bintang kemenangan Real Madrid pada leg pertama perempat final Liga Champions. Bintang asal Portugal ini membawa Real Madrid menang 3-0 atas Juventus.

Pada laga itu, Ronaldo mencetak dua gol dan menyumbang satu assist. Salah satu gol Ronaldo mengundang kekaguman. Ia mencetak gol dengan cara bicyle kick dan membuat kiper Juventus Gianluigi Buffon tak berkutik.

Usai pertandingan banyak komentar dan reaksi soal gol indah Ronaldo. Bahkan, para fans Juve ikut bertepuk tangan.

Sedangkan, pelatih Real Madrid Zinedine Zidane terlihat menggosok-gosok kepalanya seakan tidak percaya. Sementara Andrea Barzagli mengulurkan tangan seolah ingin bertanya: "Apa yang bisa kita lakukan tentang itu?'

Sepertinya semua orang tercengang dengan gol Ronaldo. Namun, ternyata sikap berlainan ditunjukkan rekan satu timnya Gareth Bale dan Presiden Real Madrid Florentino Perez.

Bale kelihatan tidak terlalu terganggu dengan gol itu. Duduk di bangku cadangan Bale hanya bertepuk tangan pelan.

Namun, ada satu orang lagi yang terkait dengan Real Madrid sama sekali tidak bertepuk tangan. Ia menanggapinya dengan dingin. Media Spanyol, El Confidencial, menyebut Presiden Madrid, Florentino Perez, tidak berdiri atau bahkan memuji gol Ronaldo pada menit ke-64.

Mereka mengklaim bahwa hubungan antara Perez dan Ronaldo menjadi dingin di tengah perselisihan kontrak. Striker Real Madrid, Cristiano Ronaldo, melepaskan tendangan ke gawang Getafe pada laga La Liga Spanyol Stadion Coliseum Alfonso Perez, Sabtu (14/10/2017).

Superstar Portugal menginginkan kesepakatan baru yang menguntungkan di Bernabeu. Ronaldo menuntut untuk menjadi salah satu pemain dengan bayaran terbaik di dunia sepakbola.

Namun, meskipun Perez bersedia memberinya kesepakatan yang lebih baik, ia tidak mau diganggu ketika harus bernegosiasi.

Sumber: Liputan6.com

Ronaldo, Top Skor dan Rekor di Liga Champion

Ronaldo, Top Skor  dan Rekor di Liga Champion

Sejarah kembali diukir Cristiano Ronaldo setelah pemain andalan Real Madrid itu membantu timnya menang 3-0 atas Juventus, Rabu (4/4) dini hari WIB.

Mega bintang Portugal tersebut hanya butuh waktu kurang dari tiga menit untuk membuka skor di leg pertama perempat-final, sebelum membukukan gol salto di babak kedua.

Los Blancos bertandang ke Allianz Stadium dengan harapan membawa pulang hasil memuskan dari leg pertama di kompetisi antarklub terelite Eropa. Dan, mereka sukses mendapatkannya berkat performa bintang lima Ronaldo.

Setelah memegang label sebagai top skor di kompetisi ini, pemain 33 tahun tersebut kembali mengukir sederet rekor dalam satu pertandingan.

Eks bintang Manchester United itu kini telah mengemas sembilan gol di Liga Champions melawan Juventus. Sebelumnya, tidak ada pemain yang mampu mencetak gol sebanyak itu melawan tim yang sama.

Sepasang gol Ronaldo juga membawanya mengukir 39 gol di semua kompetisi musim ini – lebih banyak dari pemain lain di lima liga top Eropa.

Ia juga menjadi pemain pertama sepanjang sejarah Liga Champions yang mencetak gol di sepuluh penampilan berturut-turut. Kini, Ronaldo berharap mencetak lebih banyak gol untuk membantu Los Blancos merengkuh gelar UCL ketiga beruntun.
Catatan 10 pertandingan itu dihitung sejak final musim 2016/2017 di Cardiff City. Total, Ronaldo sudah mengemas 16 gol dari 10 laga tersebut.

Berikut ini rekor-rekor yang dicetak Cristiano Ronaldo di Liga Champions seperti dikutip dari Squawka:

1. 100 gol pertama

Cristiano Ronaldo menjadi pemain pertama yang mencetak 100 gol di Liga Champions, baik saat menjadi pemain Manchester United atau Madrid. Gol ke-100 Ronaldo di Liga Champions itu dibuat saat hattrick ke gawang Bayern Munchen di leg kedua perempat final musim 2016/2017.

2. 50 Gol pertama di babak gugur

Di semifinal Liga Champions 2016/2017, Ronaldo menjadi pemain pertama yang mencetak 50 gol di babak gugur. Ketika itu, Ronaldo mencetak hattrick ke gawang Atletico Madrid pada leg pertama semifinal Liga Champions musim lalu.

3. Hattrick beruntun

Selain mencetak 50 gol di babak gugur, Ronaldo juga menjadi yang pertama dalam mencetak hattrick berturut-turut di Liga Champions. Setelah mengemas tiga gol ke gawang Munchen di leg kedua perempat final Liga Champions 2016/206, Ronaldo kembali hattrick ke gawang Atletico di leg pertama semifinal musim tersebut.

4. Mencetak gol di tiga laga final

Pada final Liga Champions musim lalu, Ronaldo dua kali membobol gawang Juventus yang membawa Madrid menang 4-1 dan menjadi juara. Torehan golnya itu membawa pemain 33 tersebut menjadi yang pertama mencetak gol di tiga laga final.

Sebelumnya, Ronaldo membobol gawang Chelsea pada final 2007/2008. Lalu dilanjutkan dengan mencetak gol ke gawang Atletico Madrid pada final 2013/2014.

5. Mengemas gol di setiap laga fase grup

Di musim ini, Ronaldo sudah mengemas 14 gol di Liga Champions, dengan sembilan di antaranya dicetak di babak grup. Gol tunggalnya ke gawang Borussia Dortmund pada laga terakhir fase grup musim ini membuat Ronaldo sebagai pemain pertama yang mencetak gol di setiap laga fase grup.

6. 100 Gol untuk satu klub

Gol pertama Ronaldo ke gawang Paris Saint-Germain di leg pertama babak 16 besar Liga Champions musim ini menjadikan pemain asal Portugal itu yang pertama mengemas 100 gol untuk satu klub, yaitu Real Madrid. Dalam laga itu Ronaldo mencetak dua gol yang membawa Madrid menang 3-1.

-----

Daftar top skor sementara Liga Champion 2017/2018:

1. Cristiano Ronaldo (Real Madrid) 14 gol
2. Wissam Ben Yedder (Sevilla) 8 gol
3. Sadio Mane (Liverpool) 7 gol
4. Harry Kane (Tottenham Hotspur) 7 gol
5. Mohamed Salah (Liverpool) 7 gol
6. Roberto Firmino (Liverpool) 7 gol
7. Edinson Cavani (Paris Saint-Germain) 7 gol
8. Neymar (Paris Saint-Germain) 6 gol
9. Lionel Messi (Barcelona) 6 gol
10. Philippe Coutinho (Liverpool/Barcelona) 5 gol

Jessica Lolos Menjadi Relawan Piala Dunia 2018 di Rusia

Jessica Lolos Menjadi Relawan Piala Dunia 2018 di Rusia

Dua tahun menunggu, Jessica akhirnya terpilih jadi relawan Piala Dunia 2018 di Rusia. Ketika kesempatan sudah terbuka, Jessica malah belum bisa memastikan keberangkatannya. Biaya menjadi kendala utama.

Surat elektronik yang dinanti-nanti akhirnya tiba. Tanggal 21 Maret lalu menjadi hari yang tak akan dilupakan Jessica. Gadis 23 tahun itu mendapat surat elektronik dari Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA). E-mail dari FIFA itu menawari Jessica untuk menjadi relawan Piala Dunia pada Juni untuk posisi akreditasi. Dia menyisihkan cukup banyak pendaftar. "Sebenarnya nggak kepikiran bakal kepilih. Tapi, pas dibuka kok lolos. Dibaca berkali-kali, nggak salah kirim ini," kata Jessica saat ditemui Jawa Pos di Cimahi Jumat pekan lalu (30/3).

Sejatinya, mahasiswi semester dua Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Yapari ABA Bandung itu sudah menerima e-mail kepastian lolos dari FIFA pada Februari Namun, Jessica baru yakin setelah menerima e-mail pada 21 Maret. Isinya, tawar­an posisi sebagai relawan di bidang akreditasi. "Proses awalnya sejak 2016, baru dapat kepastian yang di e-mail terakhir itu," ujarnya.

Jika merunut dari proses awal, seleksi untuk relawan Piala Dunia 2018 memang dilakukan bertahap. FIFA pada 2016 membuka kesempatan relawan untuk dua kegiatan sekaligus. Yakni, Piala Konfederasi 2017 dan Piala Dunia 2018. Jessica yang terbiasa menjadi relawan guru bahasa Inggris untuk anak SD hingga SMA melamar untuk dua kegiatan itu. "Yang konfederasi gagal, oh ya sudah. Makanya, pas dapat e-mail Februari sudah feeling paling nggak kepilih lagi. Eh, ternyata lolos," sambungnya.

Seleksi menjadi relawan dilakukan dalam dua tahap. Tes pertama adalah kemampuan bahasa Inggris melalui sejumlah soal mirip tes melamar kerja. Tes kedua adalah wawancara via Skype. Dia ingat betul ketika itu menjalani wawancara langsung dengan pihak FIFA pada 22 November 2016 pukul 20.00 WIB. "Saya pilih jam 8 malam karena waktu itu masih bekerja. Sekalian juga agar jadwal yang di sana (Eropa) tidak terlalu malam," ujar karyawan salah satu perusahaan distributor obat dan makanan itu.

Wawancara selama 40 menit via Skype dilakoni apa adanya. Bahkan, saat ditanya mengapa memilih menjadi relawan event sepak bola, Jessica menjawab bahwa dirinya hanya ingin menjadi relawan. Bukan tertarik dengan sepak bolanya. Dikatakan, menjadi relawan adalah salah satu ketertarikannya, dengan tidak memilih posisi. "Makanya, saya kaget juga kenapa kepilih. Waktu itu bilang emang nggak suka bola. Tapi, pertanyaan-pertanyaan lain memang lebih mengarah ke personality," ungkapnya.

Meski begitu, Jessica saat ini mulai belajar sedikit tentang sepak bola dan sejarah Piala Dunia melalui video online training yang dikirim FIFA. Mulai sejarah pertama Piala Dunia, nama-nama pemain legenda Rusia, termasuk sejarah stadion tempat perhelatan Piala Dunia nanti. Jessica juga sudah mendapat kepastian akan ditugaskan di Kota Nizhny Novgorod. Stadion dengan kapasitas 45 ribu penonton itu mendapat kesempatan menghelat empat jadwal pertandingan, salah satunya adalah Argentina vs Kroasia.

"Saya juga sudah dikasih panduan. Kalau jadi relawan, yang harus dilakuin itu ini, ini, ini. Larangannya juga ini, ini, ini. Semua dikasih via e-mail." Setelah memastikan terpilih, Jessica juga mengetahui bahwa panitia FIFA hanya menanggung biaya hidup relawan saat berada di Rusia. Lebih spesifik lagi, FIFA hanya menanggung tempat tinggal dan makan selama relawan itu bekerja. Artinya, saat mendapat sif kerja pagi, Jessica hanya mendapat jatah makan pagi. Jessica harus mencari biaya sendiri mulai tiket pesawat Rusia-Indonesia pergi pulang hingga biaya makan di luar sif kerja. "Total biaya yang saya butuhkan sekitar Rp 49 juta. Kalau biaya sendiri, mana mungkin," sambungnya.

Meski anak tunggal, sejak lulus SMA pada 2012, Jessica tidak bisa langsung kuliah karena harus bekerja lebih dahulu me­ngumpulkan biaya. "Karena pas 2012 mau kuliah, papa keluar dari pekerjaan di Kalimantan. Otomatis ekonomi susah. Mama bilang waktu itu kalau buat uang masuk kuliah ada, tapi seterusnya belum. Pilihannya kuliah atau kerja. Saya pilih kerja dulu," ujar anak Heryanto Wijaya, 49, dan Linawati, 50, itu.

Setelah bekerja lima tahun, Jessica akhirnya memenuhi keinginan untuk kuliah pada 2017. Penghasilannya bekerja digunakan untuk biaya kuliah sambil tetap membagi waktu untuk bekerja. Jessica tidak mau merepotkan sang papa yang baru beberapa bulan ini menjadi driver ojek online dan mamanya yang selama ini membuka warung. "Jadi, teman-teman saya sudah pada lulus, saya baru semester dua, hahaha," katanya.

Hal itulah yang membuat Jessica berusaha mencari sponsor biaya melalui situs donasi kitabisa. Jessica harus mencari dana sponsor karena tidak bisa mengandalkan penghasilannya selama bekerja. Untuk dana terbang ke Rusia, Jessica mengaku donasi di kitabisa belum signifikan. "Terakhir lihat baru Rp 200-an ribu, hehehe." Semangat Jessica untuk menuju Rusia juga sempat terganggu oleh pekerjaan. Ketika mengutarakan niatnya untuk cuti tanpa tanggungan gaji kepada atasannya, Jessica mendapat jawaban yang mengejutkan.

"Bos saya malah bilang, gak usah galau. Pilihan kamu cuma dua, tetap berangkat namun nanti cari kerjaan lain setelah pulang atau kamu tolak tawaran (ke Rusia) itu," cetusnya. Jessica mengaku sempat shock dengan jawaban atasannya tersebut. Betapa tidak, kesempatannya untuk menjadi relawan sekaligus mengasah kemampuan bahasa Inggris-nya di Rusia melayang. Dia juga semakin resah melihat grup Facebook para relawan Piala Dunia yang dia ikuti karena mayoritas sudah mendapat izin atau cuti dari perusahaannya.

"Saya sempat sakit hati. Sampai saya unfollow semua berita FIFA, saya unfollow grup Facebook, e-mail apa pun saya cuekin. Lepasin aja, udahlah nggak dikejar lagi mimpinya," ceritanya. Namun, sejak mengabaikan semua hal terkait Piala Dunia, justru semakin kepikiran. "Ada yang bilang, daripada sakit hati, bagusnya usahakan semampu yang kamu bisa untuk berangkat," sebutnya. Setelah itu, Jessica merasa tidak terbebani dengan posisinya saat ini.

Dia masih berusaha sekuat tenaga untuk mencari sponsor. Namun, di sisi lain, Jessica mengaku akan legawa jika memang sampai batas akhir nanti dirinya tidak mendapat cukup dana. "Kalaupun saya berhasil berangkat, mungkin saya akan meninggalkan kantor. Kalau nggak berhasil, yang penting saya sudah berusaha," ujarnya sambil tersenyum.

Sumber : Jawa Pos

Tendangan Salto Ronaldo Kandaskan Dendam Juventus

Tendangan Salto Ronaldo Kandaskan Dendam Jumventus

Awalnya Juventus berharap pertemuannya di perempat final Liga Champion dengan Real Madris, bisa membalaskan dendam kekalahan 4-1 di Final Liga Champion musim lalu. Namun, Real Madrid justeru kembali berjaya. Bertemu Juventus dalam laga leg pertama babak perempat final Liga Champions musim 2017/18 yang dihelat di Stadion Allianz, Rabu (4/4/2018) dini hari, Madrid sukses meraih kemenangan dengan skor 3-0. Dua dari tiga gol Madrid dicetak oleh Cristiano Ronaldo, ditambah satu gol dari Marcelo.

Berkat kemenangan ini, Madrid membuka peluang mereka untuk lolos ke babak semifinal Liga Champions musim 2017/18. Sedangkan bagi Juventus, kekalahan ini membuat langkah mereka melaju ke babak semifinal akan menjadi lebih berat, meski masih ada leg kedua yang akan dihelat di Stadion Santiago Bernabeu, Kamis, 12 April nanti.

***

Di hadapan puluhan ribu suporter yang memadati Stadion Allianz, Juventus selaku tuan rumah turun dengan formasi dasar 4-4-2. Paulo Dybala dan Gonzalo Higuain menjadi duet penyerang di depan, diapit oleh Alex Sandro, Sami Khedira, Rodrigo Bentancur, serta Douglas Costa di lini tengah. Keempat pemain tengah itu juga menjadi pelapis lini pertahanan yang dikomandoi oleh Andrea Barzagli dan Giorgio Chiellini.

Sementara itu, Real Madrid  turun dengan formasi dasar 4-3-1-2. Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo menjadi dua pemain di depan, diapit oleh Isco yang menjadi gelandang serang di belakang duet penyerang. Berperan sebagai pengatur tempo di tengah adalah Casemiro, Toni Kroos, dan Luka Modric. Selain menjadi pengatur tempo, ketiganya juga menjadi pelapis bek yang dipimpin oleh Raphael Varane dan Sergio Ramos.

Sejak babak pertama dimulai, Madrid sebagai tim tamu justru lebih banyak mengambil alih jalannya pertandingan. Kehadiran Modric dan Kroos, serta sosok Isco yang aktif mencari ruang di area sepertiga akhir, membuat permainan Los Blancos lebih hidup dibandingkan dengan Juventus.

Hasilnya terlihat pada menit ketiga. Lewat sebuah skema serangan cepat, Madrid mampu unggul lewat sontekan Ronaldo setelah memanfaatkan umpan dari Isco. Madrid sudah unggul 1-0 atas Juventus bahkan sejak pertandingan belum memasuki menit kelima.

Tertinggal di awal laga membuat Bianconeri langsung berusaha balik menekan Madrid demi mengejar ketertinggalan. Melalui dua sayap mereka, Alex Sandro dan Costa, ditopang oleh pergerakan Kwadwo Asamoah dan Mattia De Sciglio yang berperan sebagai full-back, Juventus berusaha untuk menyerang Madrid dari sisi sayap.

Namun, serangan Juventus ini menjadi sedikit tidak bertaji karena ketiadaan pemain yang dapat menjadi penyambung di area sepertiga akhir. Selain itu, meski konstan menyerang dari sayap, mereka tak sanggup mengirimkan umpan-umpan matang ke arah Higuain. Penyerang asal Argentina itu bahkan harus turun sedikit ke belakang untuk menjemput bola.

Di sisi lain, Madrid nyaman menyerang karena mereka mampu mengatur distribusi bola dengan baik. Ronaldo beberapa kali mengancam gawang Buffon, bahkan Kroos bisa melesakkan tembakan di luar kotak penalti. Dengan segala keistimewaan ini, skor 1-0 bertahan untuk keunggulan Real Madrid atas Juventus di babak pertama.

Memasuki babak kedua, situasi mulai sedikit berubah. Juventus mulai berani menekan lini pertahanan Madrid. Kembali lewat dua sisi sayap, mereka menyerang pertahanan Madrid yang dikawal oleh  Varane, Ramos, Carvajal, dan Marcelo. Sekilas, Madrid tampak kerepotan.
Apalagi, jika menilik dari statistik, Juventus sempat unggul soal penguasaan bola dari Madrid di awal babak kedua ini. Mereka sempat menorehkan penguasaan bola sebanyak 52%, serta menorehkan tembakan sebanyak 8 kali, buah dari dominasi mereka atas Madrid di awal babak kedua.

Tapi, agresivitas Juventus ini malah berbuah petaka. Diawali oleh masuknya Lucas Vazquez menggantikan Karim Benzema pada menit ke-50, perlahan Madrid mulai menemukan celah untuk melakukan serangan balik. Hal itu pun terlihat dari dua proses gol yang terjadi bagi Madrid, masing-masing pada menit ke-64 dan 72.

Pada menit ke-64, menerima umpan silang dari Carvajal, Ronaldo melakukan sebuah tendangan akrobatik yang menghujam keras ke gawang Buffon. Pada menit ke-72, skema serangan apik dari sisi kanan pertahanan Juventus berujung gol brilian Marcelo yang memanfaatkan umpan dari Ronaldo. Skor berubah menjadi 3-0 untuk keunggulan Madrid.

Tertinggal 3-0, Massimiliano Allegri mulai melakukan perubahan. Blaise Matuidi, Mario Mandzukic, serta Juan Cuadrado dimasukkan untuk menambah daya serang Madrid. Namun, Madrid juga tidak mau kalah. Mereka memasukkan Marco Asensio dan Mateo Kovacic agar keseimbangan permainan Madrid terjaga.

Hasilnya, di sisa 10 menit babak kedua, Madrid kembali memegang kendali permainan. Secara persentase penguasaan bola, mereka unggul dengan persentase 57%. Dari tembakan yang dilesakkan, mereka berbalik unggul dengan torehan 11 tembakan berbanding 10 tembakan. Dengan segala keunggulan ini, Madrid sukses menorehkan kemenangan 3-0 atas Juventus di leg pertama ini.

Aroma Balas Dendam Juventus Vs Real Madrid Dini Hari Nanti


Juventus akan menjamu Real Madrid pada leg 1 babak perempat final Liga Champions 2017-2018 yang berlangsung di Allianz Stadium, Selasa (3/4/2018) atau Rabu (4/4/2018) dini hari WIB. Laga ini kental dengan aroma balas dendam buat La Vecchia Signora.

Pertemuan ini menjadi yang pertama setelah final Liga Champions 2016-2017. Ketika itu, Juventus harus menanggung luka setelah takluk 1-4 dari Real Madrid.

Namun, laga nanti akan terasa berbeda mengingat akan berlangsung dalam dua pertemuan. Pada edisi terakhir ketika kedua tim berjumpa di fase knock-out, Juventus punya memori bagus. Pada musim 2014-2015 tepatnya di babak semifinal, klub asal Turin menyingkirkan Madrid dengan agregat 3-2.

Juventus juga punya modal bagus untuk laga nanti mengingat akan bermain di kandang. Klub asal Italia tak terkalahkan dalam enam pertandingan terakhir ketika menjamu Madrid di kandang. Terakhir, Juventus dipermalukan Madrid di depan pendukung sendiri terjadi ketika kalah 1-3 pada musim 1086-1987.

Pelatih Massimiliano Allegri pun menyebut timnya saat ini sangat antusias untuk menghadapi Real Madrid. Menurut Allegri, anak asuhnya siap untuk menuntaskan dendam final musim lalu dan akan berjuang mati-matian dalam dua pertemuan kontra Los Blancos musim ini.

"Kami sadar akan menghadapi tim terkuat di Liga Champions. Saya telah menyaksikan cuplikan final Cardiff berulang-ulang kali. Jadi, saya arasa kami telah berkembang untuk menangani situasi sulit dibanding musim lalu," kata Allegri seperti dikutip situs resmi UEFA, Selasa (3/4/2018).

"Kami harus selalu mencoba untuk tetap dalam permainan. Sebab, pertandingan ini akan berlangsung selama 180 menit yakni dua leg," ujar Allegri.

Sementara itu, Real Madrid sadar melawan Juventus tak akan menjadi laga yang mudah. Pelatih Zinedine Zidane bahkan menyebut tim tuan rumah memiliki potensi untuk menyulitkan laju timnya musim ini.

"Juventus selalu menjadi klub yang sangat tangguh dan mereka telah membuktikannya musim ini. Mereka adalah tim yang komplet dan kami harus sangat berhati-hati dengan lini pertahanan mereka yang kuat. Selain itu, para penyerang mereka juga berbahaya. Seperti yang saya katakan, mereka kuat di segala lini," ujar Zidane.

Pertandingan nanti menjadi pertemuan ke-20 kedua tim di kompetisi Eropa. Sejauh ini, Real Madrid masih dominan dengan sembilan kemenangan, Juventus meraih delapan kemenangan, dan dua laga berakhir imbang. Uniknya, kedua tim sama-sama mencetak 22 gol dalam 19 pertemuan terakhir.

Statistik dan Catatan Pertemuan Kedua Tim

Prakiraan susunan pemain

Juventus: Gianluigi Buffon; Mattia De Sciglio, Andrea Barzagli, Giorgio Chiellini, Alex Sandro; Sami Khedira, Blaise Matuidi; Juan Cuadrado, Paulo Dybala, Douglas Costa; Gonzalo Higuain
Pelatih: Massimiliano Allegri (Italia)

Real Madrid: Keylor Navas; Dani Carvajal, Raphael Varane, Sergio Ramos, Marcelo; Luka Modric, Casemiro, Toni Kross; Isco; Karim Benzema, Cristiano Ronaldo
Pelatih: Zinedine Zidane (Prancis)

Head to Head

03/06/2017 Juventus 1-4 Real Madrid (Liga Champions)
13/05/2015 Real Madrid 1-1 Juventus (Liga Champions)
05/05/2015 Juventus 2-1 Real Madrid (Liga Champions)
05/11/2013 Juventus 2-2 Real Madrid (Liga Champions)
23/10/2013 Real Madrid 2-1 Juventus (Liga Champions)

Lima pertandingan terakhir Juventus

08/03/18 Tottenham Hotspur 1-2 Juventus (Liga Champions)
11/03/18 Juventus 2-0 Udinese (Serie A)
15/03/18 Juventus 2-0 Atalanta (Serie A)
18/03/18 SPAL 0-0 Juventus (Serie A)
01/04/18 Juventus 3-1 Milan (Serie A)

Lima pertandingan terakhir Real Madrid

04/03/18 Real Madrid 3-1 Getafe (Liga Spanyol)
07/03/18 Paris Saint-Germain 1-2 Real Madrid (Liga Champions)
10/03/18 Eibar 1-2 Real Madrid (Liga Spanyol)
19/03/18 Real Madrid 6-3 Girona (Liga Spanyol)
31/03/18 Las Palmas 0-3 Real Madrid (Liga Spanyol)

Prediksi : Juventus 50-50 Real Madrid

Sumber: Berbagai Sumber

3 Bintang Ini Pilih Gabung Real Madrid ketimbang Barcelona


Barcelona dan Real Madrid di bursa transfer pemain kerap berebut pemain. Barcelona dan Real Madrid seringkali dianggap tempat pemain mencapai puncak kariernya.

Duapuluh Laga Derbi Dalam Empat Tahun


Akhir pekan besok, Real Madrid akan bertemu dengan tim se-kotanya Atletico Madrid.

Real Madrid-Atlético, laga derbi kota Madrid juga merupakan laga 'clásico' dalam beberapa tahun terakhir ini. Pertarungan pada hari Sabtu yang akan datang (Pukul 20.45) di Wanda Metropolitano akan menjadi laga keduapuluh sejak dimulainya tahun 2014. Selama empat tahun ini, tidak diragukan lagi Atlético adalah rival yang paling sering dihadapi oleh tim blanco. Dalam periode tersebut kedua tim telah saling berhadapan di Liga, Piala Raja, Piala Super Spanyol dan Champions League, termasuk laga-laga final 'la Décima' dan 'la Undécima'.